Industri Otomotif Indonesia Bersiap Memasuki Era Kendaraan Listrik




Industri otomotif Indonesia menatap masa depan yang cerah, didorong oleh proyeksi optimis yang ditetapkan oleh Asosiasi Manufaktur Otomotif Indonesia (Gaikindo). Dengan target penjualan kendaraan secara grosir sebanyak 1,1 juta unit pada tahun 2024, industri ini siap untuk berkembang dan berinovasi.


Pandangan positif ini juga mencakup segmen kendaraan listrik (EV) yang sedang berkembang, seperti yang terlihat dari minat yang meningkat pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Dengan menampilkan beragam merek kendaraan dari 53 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Jerman, acara tersebut menekankan momentum yang semakin meningkat di balik adopsi EV.


Irianto Santoso, Direktur Utama Dharma Polimetal, salah satu pemain utama di sektor komponen otomotif, menyatakan keyakinan atas jalur pertumbuhan sektor ini. Ia menyoroti permintaan yang meningkat pesat untuk komponen otomotif, didorong oleh popularitas yang melonjak dari EV. Santoso menekankan bahwa prospek pendapatan perusahaan untuk tahun ini diperkuat oleh perkembangan yang kuat di industri EV.


Dalam antisipasi atas permintaan yang meningkat untuk komponen terkait EV, Grup Dharma telah secara strategis memperluas kapabilitas produksinya ke segmen EV. Perusahaan ini siap untuk menjadi pemasok kunci untuk komponen-komponen penting seperti pak baterai, sistem manajemen baterai, dan penggantian baterai, sambil juga menjalin kemitraan dalam industri sepeda motor listrik di Indonesia.


Untuk mendukung penyebaran EV, DRMA (Dharma Polimetal) secara aktif berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur yang esensial, termasuk stasiun pengisian cepat dan lambat. Selain itu, perusahaan ini memimpin upaya untuk lokal menghasilkan motor Brushless Direct Current (BLDC) untuk digunakan dalam sepeda motor listrik, berkontribusi pada upaya Indonesia untuk mandiri dalam komponen EV.


Sejalan dengan rencana pertumbuhan ambisiusnya, DRMA telah menyiapkan sekitar Rp 300 miliar untuk belanja modal (capex) pada tahun 2024. Alokasi strategis ini menegaskan komitmen perusahaan untuk menangkap peluang di lanskap otomotif yang dinamis dan memposisikan dirinya sebagai pemimpin di pasar EV yang berkembang.


Saat industri otomotif Indonesia merangkul pergeseran menuju elektrifikasi, pemangku kepentingan seperti DRMA siap memainkan peran penting dalam mendorong inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Post a Comment

Previous Post Next Post