"Harvey Moeis, Pengusaha Dalam Sorotan: Profil, Kekayaan, dan Keterlibatannya dalam Kasus Korupsi"




Keputusan Kejaksaan Agung menetapkan Harvey Moeis sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait perdagangan komoditas timah di bawah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk dari tahun 2015 hingga 2022, yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp271 triliun.


Harvey Moeis, lahir pada 30 November 1985, berasal dari keturunan Papua, Ambon, dan Makassar. Ia bukanlah sosok asing dalam sektor komoditas dan pertambangan, memiliki latar belakang yang dalam terkait industri-industri tersebut.


Kekayaan Harvey sebagian besar berasal dari keterlibatannya dalam bisnis pertambangan. Keluarga besarnya telah lama terlibat dalam bisnis pertambangan batu bara, memiliki beberapa perusahaan seperti PT Refined Bangka Tin, CV Venus Inti Perkasa, antara lain.


Di sektor pertambangan batu bara, Harvey sendiri memiliki bisnis seperti PT Multi Harapan Utama (MHU) di Kalimantan Timur, di mana ia menjabat sebagai Komisaris Utama. Dia juga memiliki saham di berbagai perusahaan pertambangan, termasuk PT Refined Bangka Tin, CV Venus Inti Perkasa, PT Tinindo Inter Nusa, PT Sariwiguna Bina Sentosa, dan PT Stanindo Inti Perkasa.


Selain itu, Harvey diketahui memiliki saham di sebuah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT ABM Investama Tbk (ABMM), senilai US$185,6 juta atau sekitar Rp2 triliun, yang mewakili 18,17% dari total kontrak.


Selain itu, Harvey memiliki investasi di sektor lain, seperti menjabat sebagai Duta Ferrari Roma untuk Indonesia, dengan showroom yang terletak di Jakarta.


Penting untuk dicatat bahwa orangtua Harvey bukanlah individu biasa. Ibunya, Irma Silviani, berasal dari keluarga konglomerat, sementara ayahnya, Hayong Moeis, telah meninggal dunia.

Post a Comment

Previous Post Next Post