Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Tengah Sentimen Positif

 



Pada perdagangan pasar spot pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat di posisi Rp15.720 per dolar AS, meningkat sebesar 10 poin atau 0,06 persen dari posisi sebelumnya. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan mata uang di kawasan Asia yang mayoritas menguat terhadap dolar AS.


Baht Thailand, yen Jepang, rupee India, dan dolar Hong Kong semuanya menguat di zona hijau, menunjukkan kohesi dalam pergerakan mata uang di kawasan tersebut. Bahkan, mata uang negara maju seperti poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, euro Eropa, dan franc Swiss juga mengalami penguatan.


Proyeksi positif terhadap nilai tukar rupiah juga didukung oleh sentimen pasar keuangan yang diungkapkan oleh pengamat Ariston Tjendra. Menurutnya, keputusan bank sentral AS (The Fed) untuk memangkas suku bunga tahun ini menjadi sentimen negatif bagi dolar AS. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik memberikan sentimen positif bagi rupiah.


"Dengan demikian, proyeksi pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp15.680 hingga Rp15.750 per dolar AS," jelas Ariston kepada CNNIndonesia.com.


Kondisi ini memberikan harapan bagi pasar keuangan Indonesia, dengan potensi mendorong daya beli dan investasi di dalam negeri. Namun, tentu saja pergerakan pasar selalu rentan terhadap berbagai faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang.

Post a Comment

Previous Post Next Post