Investasi di Indonesia Melesat pada 2023: Dominasi PMA dan Kontribusi Berimbang PMDN




Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pencapaian luar biasa dalam realisasi investasi sepanjang 2023, yang mencapai Rp1.418,9 triliun. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengungkapkan bahwa investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) yang menyumbang sebanyak 52,4% dari total nilai investasi.


PMA pada tahun 2023 mencapai Rp744 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga memberikan kontribusi signifikan dengan nilai Rp674,9 triliun atau 47,6% dari total investasi. Nurul Ichwan menyatakan bahwa distribusi investasi yang hampir seimbang antara PMA dan PMDN menunjukkan peran keduanya dalam mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia.


Dari sisi PMA, Singapura tetap menjadi pemimpin dengan realisasi investasi sebesar US$15,4 miliar pada 2023. Singapura, sebagai pusat investasi regional, terus berperan sebagai kontributor utama dalam investasi di Indonesia. Negara-negara lain yang mencatat realisasi investasi signifikan pada 2023 termasuk China (US$7,4 miliar), Hong Kong (US$6,5 miliar), Jepang (US$4,6 miliar), dan Malaysia (US$4,1 miliar).


Meskipun mayoritas investasi berasal dari negara-negara Asia, Amerika Serikat juga memberikan kontribusi yang cukup besar, terutama dalam ekspansi investasi Freeport di Jawa Timur. Amerika Serikat menempati posisi keenam dengan realisasi investasi sebesar US$3,2 miliar pada 2023.


Dengan pencapaian gemilang ini, Indonesia terus menarik minat investor baik dari dalam negeri maupun internasional. Kehadiran investasi asing yang signifikan menunjukkan kepercayaan dunia terhadap potensi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik di Indonesia, menciptakan landasan yang kokoh untuk perkembangan ekonomi yang berkelanjutan.







Post a Comment

Previous Post Next Post